™Welcome To The My Blogger || Website The largest In Medan City || ™ Terima Kasih Atas Kunjungan Nya

Senin, 17 September 2012

KEGIATAN EKONOMI, BADAN USAHA, & WIRAUSAHA


KEGIATAN EKONOMI

Dalam melakukan aktivitas ekonomi, pada umumnya manusia dihadapkan pada tiga masalah pokok perekonomian.
1. Barang apa yang diproduksi?
2. Bagaimana memproduksinya ?
3. Untuk siapa barang itu diproduksi ?
Untuk menjawab ketiga masalah itu manusia melakukan kegiatan ekonomi. Kegiatan ekonomi adalah tindakan manusia untuk memenuhi kebutuhan atau untuk mencapai kemakmuran dengan menetapkan pilihan yang setepat-tepatnya. Kegiatan ekonomi yang utama ada 3 macam yakni : Produksi, Konsumsi, dan Distribusi.

A. Produksi
Produksi ialah kegiatan manusia menghasilkan barang atau menambah daya guna barang dan jasa.
Contoh kegiatan produksi antara lain : dalam bidang pertanian misalnya, petani mengerjakan sawah. Dalam bidang perikanan misalnya, nelayan menangkap ikan. Dalam bidang industri misalnya, pembuatan roti, minuman. Orang yang melakukan kegiatan produksi disebut produsen.
B. Konsumsi.
Konsumsi ialah pemanfaatan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan, sehingga kegunaan barang atau jasa itu secara berangsur-angsur maupun sekaligus habis.
Contoh kegiatan konsumsi : yang sekaligus habis makanan, minuman. Yang berangsur-angsur habis kegunaannya : menggunakan baju, tas, sepatu, dan lain-lain. Orang yang melakukan kegitan konsumsi disebut konsumen.
C. Distribusi.
Distribusi ialah kegiatan usaha penyaluran barang dari produsen kepada konsumen.
Contoh kegiatan distribusi : barang-barang hasil industri, kebanyakan dibuat di kota, tetapi orang-orang di desa juga membutuhkan barang tersebut seperti : kendaraan, kosmetik, sabun, TV, dan lain-lain. Untuk itu barang barang tersebut harus dibawa ke desa lewat saluran distribusi seperti : pedagang, agen, grosir dan lain-lain. orang-orang yang melakukan kegiatan distribusi disebut distributor.

Berdasarkan pelakunya kegiatan ekonomi dapat dibedakan menjadi 3, yaitu :
1. Kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh keluarga/rumah tangga. Contoh, belanja, menabung, dan lain-lain.
2. Kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh perusahaan. Contoh, membeli bahan baku, melakukan proses produksi, menjual hasil produksi, dan lain-lain.
3. Kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh negara atau pemerintah. Contoh, pelayanan jasa PT KAI, PT. Telkom, Pembayaran gaji pegawai dan lain-lain.

Tindakan ekonomi adalah semua usaha manusia oleh pilihan yang baik dan paling menguntungkan.
Contoh tindakan ekonomi adalah :
a. Memilih kain yang bagus dan murah harganya dibanding yang lain.
b. Pergi ke sekolah memilih naik angkot daripada naik ojek yang lebih murah.
c. Ibu belanja di pasar pagi untuk memperoleh sayur yang masih segar.

KONSUMSI

Aspek positif perilaku konsumtif (dilihat dari sisi konsumen) :
• Kebutuhan dan keinginan akan barang atau jasa terpenuhi.
• Timbul rasa kepuasan pada dirinya.
• Dengan membeli barang baru tersebut, pengalaman dan wawasannya bertambah, misalnya membeli komputer, VCD, alat rumah tangga yang modern, dan lain-lain.
• Memberi rasa kemudahan dan kenyamanan. Misalnya, membeli motor atau mobil akan memperlancar dalam bepergian atau pergi ke tempat kerja.

Aspek positif perilaku konsumtif (dilihat dari sisi produsen) :
• Omzet penjualan barang akan terpenuhi atau tercapai karena banyaknya pembeli.
• Barang yang dijual akan cepat habis.
• Kegiatan produksi akan semakin lancar.
• Dapat menunjang kelangsungan hidup perusahaan.
• Keuntungan yang diharapkan dapat tercapai.

Aspek negatif perilaku konsumtif (dilihat dari sisi konsumen) :
• Terjadinya pemborosan.
• Munculnya sifat konsumerisme, yaitu gaya hidup yang selalu membelanjakan uang dan menganggap barang sebagai ukuran kesenangan.
• Menimbulkan permasalahan baru dalam rumah tangga keluarga, misalnya, timbulnya hutang, keretakan keluarga karena soal keuangan, dan tidak terpenuhinya kebutuhan pokok yang lain.





Faktor-faktor yang mempengaruhi konsumsi/pengeluaran :
a) Jumlah anggota keluarga.
b) Tingkat pendapatan.
Semakin tinggi pendapatan seseorang, semakin tinggi pula konsumsi yang ia lakukan. Hal ini sesuai dengan Hukum Engels, yang menyatakan : “Makin kecil pendapatan seseorang akan makin besar bagian dari pendapatan yang digunakan untuk konsumsi. Dan sebaliknya, makin besar pendapatan akan makin kecil bagian dari pendapatan yang digunakan untuk konsumsi.”

Frederich Engels adalah seorang ekonom dari Jerman yang mengemukakan hubungan antara pendapatan dan konsumsi. Dan konsumsi harus dikaitkan dengan tabungan yang dirumuskan sebagai berikut :

                                                                             Y = C + S

Keterangan :
Y = income (pendapatan)
C = consumption (konsumsi)
S = saving (tabungan)

Untuk lebih jelas memahami hukum tersebut, berikut ini diberikan contoh soal.
1) Amir diberikan uang saku (pendapatan) dari ibunya Rp. 2000. Dengan uang itu Amir membeli makanan dan minuman (konsumsi) Rp. 1500, dan sisanya Rp. 500 ditabung.
2) Budi diberi uang saku (pendapatan) dari ibunya Rp. 3000, dibelikan makanan dan minuman (konsumsi) Rp. 2100 dan sisanya ditabung Rp. 900.
3) Candra diberikan uang saku (pendapatan) dari ibunya Rp. 4000 dibelikan makanan dan minuman (konsumsi) Rp. 2.400 dan sisanya ditabung Rp. 1600.

Contoh tersebut jika dituliskan menurut rumus di atas, akan tampak sebagai berikut :
1) 2000 = 1500 + 500 artinya bagian pendapatan yang dikonsumsi sebesar 75 % dan yang ditabung 25 %.
2) 3000 = 2100 + 900 artinya bagian pendapatan yang dikonsumsi sebesar 70 % dan yang ditabung 30 %.
3) 4000 = 2400 + 1600 artinya bagian pendapatan yang dikonsumsi sebesar 60 % dan yang ditabung 40 %.

Dari ketiga contoh tersebut berarti semakin besar pendapatan maka bagian pendapatan yang dikonsumsi semakin menurun, yaitu 75 %, 70 %, dan 60 %.

c) Harga barang
Tingkat konsumsi dalam keluarga juga tergantung dari persediaan barang yang ada di pasaran. Jika harga naik, sedangkan pendapatan tetap maka tingkat konsumsi akan turun. Sebaliknya, jika harga barang turun dan pendapatan tetap maka tingkat konsumsi akan naik. Perhatikan contoh berikut.
Ibu selalu membuat sayur dengan daging. Karena krisis moneter, harga daging naik sehingga masakan digantin dengan ikan yang harganya lebih murah. Atau biasanya ibu setiap hari membeli 2 kg telur, karena harga telur naik maka telur yang bisa terbeli hanya 1 kg. Namun demikian, jika harga barang turun kembali, tingkat konsumsi juga akan naik.
d) Persediaan barang.
e) Lingkungan tempat tinggal.
f) Agama dan sosial budaya (adat istiadat).
g) Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK).
h) Keinginan berkompetisi dengan orang lain.
i) Keadaan/situasi yang tak terduga.

PRODUKSI

Produksi menurut ilmu ekonomi adalah setiap kegiatan yang dilakukan manusia untuk menghasilkan/menaikkan nilai kegunaan barang/jasa.

Tujuan kegiatan produksi antara lain :
a) Menghasilkan/menciptakan suatu barang
b) Menambah serta meningkatkan nilai guna barang yang sudah ada
c) Memenuhi kebutuhan manusia
d) Memperoleh tambahan penghasilan untuk mendapatkan alat pemuas lainnya.









Jenis-jenis usaha yang memerlukan produksi

Kegiatan usaha berdasarkan bidangnya dapat dibagi dalam beberapa jenis, diantaranya adalah :
1. Usaha Ekstraktif
Usaha ekstraktif merupakan usaha yang dilakukan dengan cara eksplorasi sumber daya alam tanpa mengubah wujud barang produksi tersebut. Contohnya, tambang pasir, emas, batu bara, minyak bumi, dan perak. Tujuannya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan sumber daya alam.
2. Usaha Jasa.
Usaha jasa merupakan kegiatan produksi alat pemenuhan kebutuhan berupa jasa tertentu. Adapun hasil produksi dari jasa tidak dapat dilihat maupun diraba seperti barang, melainkan hanya dapat dirasakan berupa kepuasan konsumen akan pelayanan jasa tersebut. Contoh produksi jasa antara lain : perawatan kecantikan, asuransi, penginapan, pariwisata, telekomunikasi, dan aneka produk jasa lainnya.
3. Usaha Agraris.
Negara Indonesia merupakan negara agraris yang terdiri dari banyak daratan dengan usaha-usaha pertanian. Adapun usaha agraris, yaitu usaha yang bergerak dengan cara mengelola tanah dan hewan untuk menghasilkan alat pemenuhan kebutuhan manusia. Hasil produksi agraris misalnya beras, jagung, kedelai, dan berbagai ternak yang menjadi bahan pokok manusia untuk memperoleh makanan. Contoh dari produksi agraris, yaitu perkebunan, pertanian, perikanan, dan peternakan.
4. Usaha Perdagangan.
Usha perdagagan merupakan usaha mencari keuntungan dengan cara menjualbelikan barang dagangan tanpa mengubah wujud dari barang dagang tersebut. Dengan kata lain tidak terjadi proses produksi dari bahan mentah ke barang jadi. Pedagang hanya memperjualbelikan barang yang telah diproduksi oleh produsen. Keuntungan perdagangan diproleh dari selisih harga beli dengan harga jual barang. Bentuk perdagangan sering kamu lihat seperti kios, warung, supermarket, dan pusat perniagaan (mall).
5. Usaha Industri
Usaha industri berupa kegiatan produksi yang menghasilkan barang maupun jasa dengna cara mengolah bahan mentah yang kemudian diproses menjadi bahan jadi. Adapun contoh dari industri seperti ini seperti pabrik sepatu, makanan dan minuman kaleng serta tekstil.

Sumber Daya Ekonomi (Faktor-Faktor Produksi)

Dalam menjalankan kegiatan produksi, manusia tidak hanya mengandalkan tenaga kerja saja, tetapi ia juga memerlukan alat atau sesuatu yang disebut dengan sumber daya ekonomi atau faktor produksi. Sumber daya ekonomi atau faktor produksi adalah sesuatu yang digunakan untuk melaksanakan kegiatan produksi.

Pada garis besarnya sumber daya ekonomi dikelompokkan menjadi empat macam yaitu :
1. Sumber Daya Alam (SDA).
Alam telah menyediakan berbagai macam barang yang dibutuhkan untuk kegiatan produksi. Sumber daya ekonomi alam meliputi :
a) Tanah.
Merupakan faktor produksi yang sangat penting dalam setiap produksi karena tanah dibutuhkan sebagai tempat usaha.
b) Air
Merupakan faktor produksi yang sangat diperlukan di berbagai sektor produksi. Misalnya, untuk daerah pertanian, peternakan, dan sebagainya.
c) Udara dan iklim
Udara dan iklim sangat penting untuk kegiatan produksi karena akan mempengaruhi manusia dalam melakukan berbagai kegiatan.
d) Panas matahari.
Panas matahari juga merupakan faktor produksi yang sangat penting bagi kegitan produksi. Contohnya, pabrik kopra, penggilingan padi, dan sebagainya.
e) Barang tambang/mineral.
Barang tambang/mineral adalah semua sumber kekayaan alam yang terkandung di dalam tanah. Contohnya, biji besi, minyak bumi, batu bara, dan sebagainya.
2. Sumber Daya Manusia (SDM).
Tenga kerja merupakan sumber daya ekonomi yang dapat digunakan untuk melakukan kegiatan produksi. Sumber daya ekonomi tenaga kerja ini sangat penting dalam kegiatan produksi. Tenaga kerja dapat digolongkan menurut sifatnya dan tingkatannya.
a) Menurut sifatnya, tenaga kerja dapat digolongkan menjadi dua macam, yaitu tenaga kerja jasmaniah dan rohani.
• Tenaga kerja jasmani yaitu tenaga kerja yang lebih banyak menggunakan tenaga jasmani, seperti : kuli bangunan, tukang sepatu, kuli panggul, dan sebagainya.
• Tenaga kerja rohani yaitu tenaga kerja yang lebih banyak menggunakan pemikiran, seperti : dokter, guru, hakim, dan sebagainya.








b) Menurut tingkatannya, tenga kerja dapat digolongkan menjadi tiga macam, yaitu :
• Tenaga kerja terdidik (skill labour), yaitu tenaga kerja yang memerlukan pendidikan formal terlebih dahulu. Contohnya, arsitek, dokter, apoteker, guru, hakim, dan sebagainya.
• Tenaga kerja terlatih (trained labour), yaitu tenaga kerja yang memerluka latihan atau praktek terlebih dahulu. Contohnya, supir, tukang las, montir, dan sebagainya.
• Tenaga kerja tidak terdidik dan tidak terlatih (unskilled labour), yaitu tenaga kerja yang tidak memerlukan pendidikan/latihan terlebih dahulu. Contohnya, tukang sapu, pesuruh, kuli panggul, dan sebagainya.
3. Sumber Daya Ekonomi berupa Modal.
Modal adalah semua barang yang digunakan untuk kegitan produksi. Barang-barang modal terbentuk atau timbul sebagai hasil kombinasi antara alam dengan tenaga kerja. Oleh karena itu, sumber daya ekonomi modal sering disebut dengan faktor produksi turunan. Pada mulanya manusia, membuat barang modal berupa, tombak, kail, jala, cangkul, dan lain-lain yand sifatnya masih sangat sederhana. Dengan majunya ilmu pengetahuan dan teknologi, barang-barang modal berkembang menjadi beraneka ragam dan semakin canggih. Contohnya, gedung-gedung, mesin-mesin, jalan raya, mobil, kapal, kereta api, pesawat, dan sebagainya.
Secara garis besar modal dapat digolongkan sebagai berikut :
a) Menurut sifatnya, modal digolongkan menjadi dua macam, yaitu :
• Modal tetap. Yaitu modal yang dapat dipergunakan berulang-ulang dalam proses produksi. Contohnya, mesin, gedung, mobil, jalan raya, dan sebagainya.
• Modal lancar. Yaitu modal yang hanya dipakai dalam satu kali proses produksi. Contohnya, uang, bahan baku, bahan penolong, dan sebagainya.
b) Menurut fungsinya, modal dapat digolongkan menjadi dua macam, yaitu :
• Modal perseorangan (modal privat) yaitu modal yang dimiliki oleh perseorangan sebagai sumber penghasilan tanpa harus bekerja. Contohnya, simpanan di bank, rumah yang dikontrakkan, saham, tanah yang disewakan, dan sebagainya.
• Modal masyarakat (modal sosial). Yaitu modal yang dapat dipergunakan oleh masyarakat luas. Contohnya, pasar, jalan raya, gedung sekolah, dan sebagainya.
c) Menurut sumbernya, modal dapat digolongkan menjadi dua macam, yaitu :
• Modal sendiri yaitu modal yang berasal dari pemiliknya. Contohnya, saham bagi perseroan terbatas, modal sekutu aktif bagi firma, dan persekutuan komanditer. Apabila perusahaan menderiata kerugian, modal sendiri akan digunakan untuk melunasi kerugiannya.
• Modal asing yaitu modal yang berasal dari pihak lain. Contohnya, pinjaman dari bank atau penjualan obligasi. Apabila perusahaan menderita kerugian, modal ini tidak menanggung kerugian dan punya hak untuk dikembalikan kemudian.
d) Menurut bentuknya atau wujudnya, modal dapat digolongkan menjadi dua macam, yaitu modal nyata dan modal abstrak.
• Modal nyata yaitu modal yang berupa barang atau uang yang dipergunakan dalam proses produksi. Contohnya mesin, bahan mentah, dan uang.
• Modal abstrak (tidak nyata), yaitu modal yang tidak dapat dilihat atau diraba, tetapi manfaatnya sangat besar, misalnya, nama baik perusahaan, lokasi yang strategis, dan merek dagang.
4. Sumber Daya Ekonomi berupa Kewirausahaan (pengusaha).
Sumber daya ekonomi alam, tenaga kerja, dan modal tidak akan membuahkan hasil yang maksimal bila tidak diorganisir secara profesional oleh tenaga ahli. Orang yang ahli dalam mengorganisasi atau mengombinasikan sumber daya ekonomi disebut wirausaha.
Keahlian dalam kewirausahaan meliputi 3 (tiga) macam, yaitu :
• Keahlian memimpin (managerial skill)
• Kehalian teknologi (technology skill)
• Keahlian mengorganisasi (organizational skill)

Kegiatan yang dilakukan kewirausahaan ada empat, yaitu :
a. Perencanaan (planning) merupakan kemampuan untuk menyusun rencana kerja yang jelas dan tepat.
b. Mengorganisasikan (organizing) merupakan pengadaan pembagian tugas, mengatur tata cara kerja, waktu kerja, wewenang serta tanggungjawab terhadap bawahannya.
c. Menggerakkan (actuating) adalah mampu melaksanakan rencana kerja denga menggerakkan/menggunakan bantuan orang lain, dengan alat yang tersedia, guna memperlancara proses produksi.
d. Pengawasan (controlling) yaitu melaksanakan pengawasan dan penilaian sehingga dapat memperbaiki kekurangan dan kesalahan dalam proses produksi.

Etika Ekonomi adalah cara kita memanfaatkan faktor-faktor produksi yang ada dengan sebaik-baiknya agar memberikan keuntungan dan tidak merugikan orang lain. Contoh etika ekonomi dalam pemanfaatan sumber daya adalah sebagai berikut :
• Pemanfaatan sumber daya alam, pengelola harus melakukan usaha :
1) Menjaga kelestarian alam.
2) Tidak mencemari lingkungan.
3) Memperhatikan kebutuhan generasi yang akan datang.







• Pemanfaatan sumber daya manusia, pengelola mempunyai kewajiban memperhatikan :
1) Perkerjaan harus disesuaikan dengan keahlian dan keterampilan.
2) Waktu/jam kerja sesuai ketentuan undang-undang tenaga kerja.
3) Melaksanakan upah minimum regional.
4) Memperhatikan kesehatan dan kesejahteraan pegawai dan keluarganya, dan
5) Menghindari penggunaan tenaga kerja di bawah umur.

Peningkatan jumlah hasil produksi bisa dilakukan dengan cara :
1) Intensifikasi. Artinya peningkatan hasil produksi dengan cara meningkatkan kualitas pengelolaan atau mendayagunakan sumber daya ekonomi yang ada secara maksimal. Contohnya di bidang pertanian dengan panca usaha tani, yaitu : pemilihan bibit unggul, pengolahan yang baik, pengairan yang teratur, pemupukan yang cukup, dan pemberantasan hama. Sementara meningkatkan mutu hasil produksi, dilakukan dengna meningkatkan kualitas bahan, kualitas tenaga kerja, dan kualitas pengawasan sehingga hasilnya menjadi lebih bermutu.
2) Ekstensifikasi. Artinya peningkatan hasil produksi dengan menambah sumber daya ekonomi yang ada. Contohnya, memperluas lahan pertanian atau menambah mesin dan tenga kerja.
3) Diversifikasi. Artinya meningkatkan jumlah dan mutu hasil produksi dengan cara melakukan penganekaragaman hasil produksi.
4) Mekanisasi. Artinya meningkatkan hasil produksi dengan cara menggunakan mesin dalam arti mengganti tenaga manusia dengan mesin. Misalnya di sektor pertanian, pengolahan tahan dengan tenaga manusia digantikan dengan menggunakan mesin traktor dan sebagainya.

Tujuan peningkatan jumlah dan mutu hasil produksi adalah sebagai berikut :
• Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, baik kuantitas maupun kulitas barang.
• Untuk mencapai kapasitas produksi yang maksimal.
• Meningkatkan pendapatan masyarakat melalui penyaluran dan penjualan barang hasil produksi.

DISTRIBUSI

Distribusi yaitu serangkaian kegiatan yang berhubungan dengan usaha penyampaian/penyaluran barang/jasa dari produsen kepada konsumen. Orang atau lembaga yang menjalankan fungsinya dalam distribusi disebut distributor.

Kegiatan distribusi bertujuan untuk :
a. Pemerataan pemenuhan kebutuhan masyarakat di berbagai daerah.
b. Menstabilkan harga barang/jasa.
c. Menjaga kelangsungan hidup perusahaan.
d. Menjaga kesinambungan kegiatan produksi, serta
e. Mempercepat sampainya hasil produksi ke tangan konsumen.

Sistem distribusi adalah usaha yang ditempuh oleh produsen maupun distributor melalui unsur-unsur yang terkait dalam penyaluran barang atau jasa agar sampai ke konsumen. Sistem distribusi dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu :
1. Sistem Distribusi Langsung.
Sistem distribusi langsung yaitu produsen menjual atau menyalurkan hasil produksinya baik berupa barang maupun jasa, langsung ke konsumen. Misalnya, petani sayur menjual sendiri sayurannya ke konsumen tanpa melalui pedagang, nelayan setelah menangkap ikan di laut langsung membawa dan menjual ke pasar, dokter menjual jasanya langsung kepada pasien di tempat praktek. Jadi, produsen langsung berhubungan atau berhadapan dengan pembeli atau konsumen.


2. Sistem Distribus Semi Langsung.
Pada sistem distribusi ini, produsen menyalurkan atau menjual barang/hasil produksinya melalui toko milik produsen sendiri. Misalnya, pabrik sepatu “vera” menjual hasil produksinya melalui toko sepatu “vera”.


3. Sistem Distribusi Tidak Langsung.
Sistem distribusi tidak langsung yaitu produsen menyalurkan atau menjual barang/jasa hasil produksinya ke konsumen melalui lembaga atau pedagang perantara. Misalnya, melalui agen, grosir/pedagang besar, dan pedagang eceran.

Cara-Cara Distribusi (Saluran Distribusi)

Untuk menyalurkan barang atau jasa dari produsen kepada konsumen digunakan badan perantara. Kegiatan ini dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa cara yaitu :
1. Penyaluran barang/jasa melalui pedagang.
Barang yang diproduksi oleh produsen atau barang yang didatangkan dari luar negeri melalui importir, disalurkan melalui pedagang besar yang kadang-kadang bertindak sebagai agen. Selanjutnya pedagang besar menjual kepada pedagang kecil, dan pedagan kecil menjualnya kepada konsumen atau orang yang membutuhkan dengan cara eceran.
2. Penyaluran barang/jasa melalui koperasi.
Koperasi berusah memenuhi kebutuhan anggota-anggota atau masyarakat di sekelilingnya.
3. Penyaluran barang/jasa melalui toko milik produsen sendiri atau milik agen.
Produsen yang memiliki toko atau show room, dapat menjual hasil produksinya kepada konsumen melalui toko atau show room milik produsen tersebut atau melalui agen yang ditunjuk dan memiliki toko tersebut.
4. Penyaluran barang/jasa melalui penjualan dari rumah ke rumah (door to door).
Penjualan hasil produksi dilakukan produsen dengan cara berkeliling kampung, dari pintu rumah yang satu ke pintu rumah yang lainnya. Ia berkeliling kampung untuk menawarkan barang hasil produksinya kepada konsumen atau rumah tangga yang membutuhkan. Adapun petugasnya disebut salesman.
5. Penyaluran barang/jasa melalui penjualan di tempat tertentu yang ditetapkan pemerintah.
Ada beberapa tempat yang disediakan pemerintah yang ditetapkan untuk menyalurkan barang/jasa hasil produksi tertentu. Tempat tersebut misalnya pasar, pedagang kaki lima, tempat pelelangan ikan, kompleks kios atau toko yang dibangun pemerintah.
6. Tempat lain yang dapat dipakai untuk menyalurkan barang/jasa.
Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi produsen dalam memilih dan menentukan saluran distribusi antara lain.
a) Sifat barang dan jasa yang diperdagangkan.
b) Jangkauan distribusi dan sasaran “daerah penjualan”.
c) Modal yang harus disediakan, yang ada kaitannya dengan hak dan kewajiban dalam penjualan barang.
d) Alat komunikasi.
e) Biaya pengangkut barang dan jasa.
f) Tingkat keuntungan.

Lembaga Distribusi

Untuk menyalurkan barang dan jasa hasil produksi dari produsen kepada konsumen secara tidak langsung, diperlukan badan-badan perantara atau lembaga-lembaga distribusi sebagai berikut :
A. Pedagang
Pedagang adalah orang atau badan yang membeli barang dari produsen baik secara langsung maupun melalui perantara dan kemudian menjualnya kepada konsumen. Para pedagang ini biasanya mempunyai tempat berdagang (toko, warung, atau kios) dan gudang tempat penyimpanan persediaan barang yang akan dijualnya.

Ada beberapa macam jenis pedagang, yaitu sebagai berikut :
1) Pedagang besar/grosir (whole seller).
Pedagan yang melaksanakan jual beli barang dagangan dalam jumlah besar. Ia membeli barang langsung dari produsen dalam jumlah besar, kemudian menjual barang itu dalam jumlah besar pula kepada para pedagang eceran, pemilik kios, toko, atau warung. Agar kegiatan perdagangan berjalan lancar dan laris maka pedagang besar perlu mencari dan mempunyai langganan.
2) Pedagang kecil (retailer).
Pedagang yang melaksanakan jual beli barang dagangan dengan jumlah kecil atau eceran. Ia membeli barang dagangan dari pedagang besar, kemudian menjualnya kepada konsumen yang membutuhkan secara eceran.
3) Pedagang barang-barang khusus (specially selling).
Pedangan yang menjual barang-barang produksi tertentu saja atau barang-barang khusus. Seperti pedagang barang-barang antik, barang-barang elektronik, sepatu berbagai merek, buku-buku, alat tulis kantor dan lain-lain.
4) Pedagang jasa/biro jasa.
Pedangan yang ingin memberikan pelayanan atau membantu mengusahakan tiket menyediakan alat angkutan, atau bentuk pelayanan lainnya seperti asuransi, bank, angkutan darat, laut atau udara, salon kecantikan dan lain-lain.

B. Agen (Dealer).
Agen adalah orang atau badan sebagai perantara yang bertugas menjualkan barang dagangan hasil produksi milik produsen tertentu kepada konsumen atau mempertemukan penjual/produsen dengan pembeli/konsumen. Agen tidak memiliki barang dagangan sendiri, karena itu ia tidak menerima keuntungan dari hasil penjualan ini, tetapi menerima komisi dari pihak produsen atau konsumen (penjual atau pembeli).

Ada beberapa macam bentuk kegiatan keagenan, yaitu :
1) Agen Penjualan.
Orang atau badan yang kegiatannya menjualkan barang hasil produksi milik produsen tertentu kepada konsumen atau kepada pedangang (warung, kios, dan toko). Dalam kegiatan ini agen memperoleh penghasilan berupa komisi dari produsen. Makin banyak barang yang terjual, semakin besar komisi yang diperolehnya. Contohnya, agen motor, mobil, obat-obatan, dan sebagainya.
2) Agen pembelian.
Agen pembelian adalah orang atau badan yang kegiatannya membeli barang-barang hasil produksinya dari produsen untuk para pembeli/konsumen yang membutuhkan di suatu daerah tertentu.

C. Makelar
Makelar adalah orang atau badan yang bertindak sebagai perantara yang kegiatannya menjualkan atau membelikan barang bukan atas nama sendiri tetapi atas nama pemilik/penjual atau pembeli barang yang diperdagangkan. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah berbentuk kurtasi (prosentase keuntungan penjualan bagi makelar). Contohnya, makelar tanah menjadi perantara antara pemilik tanah dengan pembeli tanah. Tugas makelar tersebut mencari pembeli tanah sehingga pemilik hanya tinggal menerima hasil penjualan dari makelar tersebut.

D. Komisioner
Komisioner adalah orang/badan sebagai perantara dalam perdagangan yang kegiatannya menjual atau membeli barang dagangan yang bertindak atas nama sendiri, tetapi barang itu untuk orang lain. Ia bertanggungjawab atas tindakan yang dilakukannya. Hasil yang diperolehnya disebut komisi.

E. Lembaga-Lembaga Distribusi Lain.
Beberapa lembaga distribusi lain yang lazim terdapat di masyarakat saat ini seperti koperasi, supermarket, toko swalayan, pedagan kaki lima, biro jasa angkutan/transportasi.

F. Eksportir dan Importir.
Eksportir adalah lembaga/badan yang melaksanakan usaha mengirimkan barang ke negara lain yang membutuhkan. Sementara importir adalah badan/lembaga yang mengusahakan/mendatangkan barang dari luar negeri ke dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Kegiatan ekspor dan impor adalah kegiatan yang dilakukan dalam perdagangan internasional.

Tugas distribusi, yaitu :
a) Pembelian yaitu pengadaan barang dengan jalan membeli dari produsen atau melalui agen/perantara
b) Penyortiran dan pembakuan, yaitu kegiatan pengelompokan barang yang dibeli sesuai dengan jenis ukuran dan mutunya.
c) Penggudangan yaitu melakukan kegiatan penyimpanan barang-barang di gudang setelah pembelian untuk sementara, sebelum barang tersebut disalurkan atau dijual.
d) Pengangkutan yaitu proses persiapan armada angkutan dan pemindahan barang sejak pembelian sampai ke gudang, dan dari gudang sampai ke daerah-daerah konsumen. Kegiatan lain mengenai pengangkutan adalah pemeliharaan atau perawatan kendaraan sehingga dapat digunakan dengan aman, lancar, tepat waktu, dan biaya relatif murah.
e) Promosi yaitu kegiatan memperkenalkan barang yang akan dijual melalui pemasangan iklan di surat kabar, majalah, radio, dan televise. Melalui promosi, masyarakat konsumen akan menjadi lebih dikenal secara luas dan menarik minat mereka untuk membelinya.
f) Penjualan yaitu kegiatan menyalurkan atau menjual kembali barang-barang atau jasa ke konsumen dengan harapan mendapatkan laba/keuntungan.
g) Penanggungan resiko (asuransi) yaitu jaminan perusahaan terhadap barang dengan maksud bilamana terjadi resiko atas barang tersebut, perusahaan akan mendapatkan ganti rugi. Jenis asuransi yang diperlukan, misalnya, asuransi kebakaran dan kecelakaan di perjalanan, atau asuransi perampokan.
h) Pembiayaan. Dalam kegiatan distribusi tidak terlepas dari masalah biaya/jasa. Ibarat tubuh manusia, dana merupakan darah yang mengalir ke seluruh bagian tubuh, oleh karena itu pembiayaan sangat penting dalam kegiatan distribusi. Dana yang diperluakan bisa berasal dari modal sendiri dan juga dapat berasal dari pinjaman (modal asing).


PERUSAHAAN DAN BADAN USAHA


Istilah perusahaan berasal dari kata kerja usaha, yang berarti setiap kegiatan ekonomi yang dilakukan manusia untuk memperoleh sesuatu yang dapat memenuhi kebutuhan hidup dalam rangka mencapai kesejahteraan atau kemakmuran yang dikehendaki. Jadi, perusahaan adalah tempat berlangsungnya proses kegiatan atau produksi dengan cara memadukan sumber daya ekonomi sehingga menghasilkan suatu barang atau jasa. Oleh pemilik perusahaan, hasil produksinya kemudian dijual ke masyarakat dengan mengharapkan laba atau keuntungan.

Pengelolaan atau manajemen perusahaan dapat dipegang oleh perorangan maupun beberapa orang secara bersama-sama melalui suatu bentuk badan usaha. Dari keterangan singkat di atas dapat disimpulkan bahwa pengertian perusahaan berbeda dengan badan usaha. Perusahaan adalah tempat berlangsungnya penggabungan sumber daya ekonomi (faktor produksi) untuk menghasilkan barang atau jasa. Sementara itu, badan usaha adalah organisasi ekonomi dan hukum yang menyelenggarakan perusahaan dengan tujuan memperoleh keuntungan atau laba. Jadi, ada kemungkinan sebuah badan usaha memiliki perkebunan kelapa sawit, sekaligus memiliki pabrik minyak goreng atau sebuah badan usaha jasa angkutan memiliki perusahaan jasa angkutan sekaligu perusahaan perbengkelan.

Dari pengertian dan keterang di atas dapat disimpulkan bahwa perusahaan berbeda dengan badan usaha, yaitu bahwa perusahaan adalah bagian dari badan usaha yang merupakan alat badan usaha untuk memperoleh keuntungan.

Jenis-jenis perusahaan, yaitu :
• Perusahaan ekstraktif
• Perusahaan agraris
• Perusahaan industri
• Perusahaan perdagangan
• Perusahaan jasa

Perbedaan perusahaan dengan badan usaha di antaranya adalah sebagai berikut :
1. Perusahaan merupakan bagian dari badan usaha atau badan usaha adalah induknya perusahaan.
2. Tujuan utama perusahaan adalah menghasilkan barang atau jasa, sedangkan badan usaha bertujuan mencari keuntungan.
3. Mendirikan tempat untuk badan usaha dapat dilakukan dengan lebih bebas. Sementara untuk mendirikan perusahaan, tempatnya tidak bebas atau harus berdasarkan undang-undang atau peraturan pemerintah.

Jenis-jenis badan usaha, yaitu :

A. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

BUMN adalah badan usaha yang didirikan dengan modal sebagian besar atau seluruhnya berasal dari (milik) pemerintah atau Negara. Badan usaha yang didirkan dengan modal pemerintah pusat disebut BUMN dan badan usaha yang didirikan dengan modal pemerintah daerah disebut BUMD. Semua BUMN berada dibawah naungan masing-masing departemen sesuai bidang kegiatan departemen tersebut, naungan pemerintah provinsi, kabupaten, atau kotamadya.

Macam-macam BUMN terdiri dari Perusahaan Negara Jawatan (Perjan), Perusahaan Negara Umum (Perum), dan Perseroan Terbatas Negara (Persero). Pendirian BUMN ini berlandaskan pada UUD 1945 pasal 33 ayat 2 dan 3.

Macam-macam BUMN dan BUMD yaitu :

1. Perusahaan Negara Jawatan (Perjan).
Perjan merupakan perusahaan yang semata-mata bertujuan melayani kepentingan umum (public sevice) atau tidak mengutakaman laba atau keuntungan.
Ciri-ciri perjan adalah sebagai berikut :
• Bertujuan semata-mata untuk melayani kepentingan umum.
• Pemimpin dan karyawannya ditunjuk/diangkat oleh menteri yang terkait dan berstatus PNS (Pegawai Negeri Sipil).
• Mendapat fasilitas Negara (difasilitasi oleh Negara).
• Perusahaan di bawah pengawasan menteri terkait.
• Seluruh modal berasal dari APBN.
Contoh perjan di antaranya adalah Perjan TVRI dan Perjan Perhutani.
2. Perusahaan Negara Umum (Perum).
Perum adalah BUMN yang bertujuan melayani kepentingan umum yang vital (public utility), disamping itu diperbolehkan mencari keuntungan. Adapun ciri-ciri perum adalah sebagai berikut :
• Bertujuan melayani kepentingan umum yang vital, tetapi diperkenankan untuk mencari keuntungan.
• Modalnya berasal dari kekayaan Negara yang dipisah.
• Perum bergerak di bidang usaha yang vital.
• Pemimpin dan karyawan berstatus pegawai perum atau pegawai negeri yang diperbantukan oleh perum.
• Perum berada di bawah pimpinan dewan direksi.

Contoh perum yaitu Perum Perumnas, kegiatannya menyediakan perumahan bagi rakyat yang kurang mampu memiliki rumah sendiri. Perum DAMRI (Dinas Angkutan Motor Republik Indonesia) yaitu perusahaan pengangkutan penumpang, Perum ASDP (Angkutan Sungai Danau dan Penyebrangan), dan lain-lain.

3. Perusahaan Persero (Perseroan Terbatas Negara).
Persero merupakan bentuk BUMN yang didirikan pemerintah yang dulunya bernama Perusahaan Negara (PN). Modal perero terdiri dari bagian saham-saham dan bertujuan mencari laba/keuntungan (nonpublic utility/komersil). Sebagai BUMN, PT (Persero) juga harus memperhatikan masyarakat.
Ciri-ciri PT (Persero) adalah sebagai berikut :
• Bertujuan mencari keuntungan di samping member pelayanan kepada masyarakat.
• Modalnya sebagian atau seluruhnya milik Negara dalam bentuk saham-saham dan dapat diperjualbelikan kepada umum.
• Dipimpin oleh suatu dewan direksi.
• Tidak mendapat fasilitas Negara.
• Pemimpin dan karyawan berstatus pegawai swasta.
Contoh BUMN Persero (PT) yaitu PT Garuda Indonesia Airways, kegiatan usahanya memberi jasa penerbangan angkutan penumpang, PT Semen Gresik memproduksi semen untuk bahan bangunan, PTPN II Medan, mengusahakan perkebunan kelapa sawit dan memproduksi minyak goreng, dan sebagainya.

4. Badan Usaha Milik Daerah (BUMD)
Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) didirikan oleh pemerintah daerah seperti pemerintah daerah tingkat I provinsi, dan daerah tingkat II kotamadya atau kabupaten. Kegiatan usahanya mengutamakan pemenuhan kebutuhan masyarakat daerahnya dan sebagian untuk menambah kas Negara. Tujuan BUMD adalah untuk membangun daerah dan Negara, khususnya membangun perekonomian daerahnya. Contoh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang dimiliki oleh Pemerintah Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta (DKI) di antaranya Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang memberikan jasa penyaluran air bersih ke rumah-rumah penduduk, kantor-kantor dan perusahaan yang memerlukannya. Perusahaan Daerah Pasar Jaya (PD Pasar Jaya) menyediakan pertokoan dan pasar-pasar di DKI Jakarta.

Berdasarkan uraian dan contoh di atas maka diketahui bahwa BUMN dan BUMD sangat berarti bagi masyarakat. Manfaat itu antara lain, sebagai berikut :
• Membuka lapangan kerja bagi masyarakat.
• Menyediakan barang dan jasa yang dibutuhkan masyarakat.
• Mencegah monopoli swasta yang hanya memberi keuntungan bagi sebagian pihak dan bukan rakyat banyak.
• Sebagai sumber kas Negara.


B. Badan Usaha Milik Swasta (BUMS).

Badan Usaha Milik Swasta adalah badan usaha yang modal dan pengelolaannya ditangani oleh masyarakat (swasta). Di Indonesia badan usaha ini jumlahnya sangat banyak. Dasar pendirian BUMS, sesuai dengan UUD 1945 pasal 27 ayat 2 yaitu tiap-tiap warga Negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan. Berarti pemerintah memberikan kebebasan pada setiap warga Negara untuk melakukan usaha.

Macam-macam BUMS, yaitu :

1. Badan Usaha Perorangan (Po).
Badan usaha perorangan yaitu badan usaha yang modal dan pengelolaannya ditangani oleh perorangan/pribadi. Bentuk badan usaha ini jumlahnya paling banyak karena mudah cara mendirikannya dan murah biayanya. Pemilik badan usaha ini sekaligus sebagai pimpinan, oleh Karena itu ia bebas menentukan kebijakan badan usaha. Karena dikelola sendiri oleh pemiliknya maka rahasia badan usaha lebih terjamin.

Jika badan usaha perorangan mengalami kerugian maka pemilik bertanggungjawab penuh sampai ke harta pribadinya. Hal ini harus dilakukan karena tidak ada pemisahan antara harta pribadi dengan harta badan usaha atau perusahaan. Untuk mengembangkan usahanya, pengusahaan perseorangan kadang-kadang mengalami kesulitan, karena modalnya terbatas. Bila pemiliknya berhalangan maka aktivitas badan usaha menjadi terganggu. Maju mundurnya badan usaha ini tergantung pada pemiliknya.

2. Persekutuan Firma (Fa)
Persekutuan firma merupakan gabungan dari beberapa pemilik modal yang secara bersama-sama mendirikan usaha dengan satu nama, dimana semua anggota bertanggungjawab penuh atas hutang perusahaan. Pemilik modal sekaligus menjadi pimpinan perusahaan dan membagi tugas sesuai keahlian masing-masing. Misalnya, ada yang bertindak sebagai pimpinan produksi, pimpinan pegawai/karyawan, pimpinan keuangan, dan pimpinan pemasaran. Kebijakan-kebijakan dalam perusahaan, mereka putuskan bersama melalui rapat pimpinan.





Apabila badan usaha atau perusahaan mengalami kerugian, maka kerugian itu ditanggung secara bersama-sama. Sebaliknya bila mana memperoleh keuntungan, juga dibagi kepada seluruh pemodal. Besar kecilnya hak dan kewajiban peserta sesuai dengan perbandingan modal yang ditanamnya.

Apabila dalam firma terdapat anggota yang tidak menyertakan modal, tetapi ia memiliki andil tenaga dan keahliaannya maka dalam hal pembagian hak dan kewajiban disamakan dengan anggota yang meyetorkan modal terkecil.

Keunggulan dari Firma, yaitu :
• Modal dapat diperbesar dengan menambah anggota pemilik.
• Pengelolaannya dapat dibagi seuai dengan keahlian para anggotanya.
• Resiko kerugian ditanggung bersama-sama.
• Kelangsungan hidup lebih terjamin karena tidak tergantung pada satu orang.

Kelemahan dari Firma, yaitu :
• Sering mengalami kesulitan dalam mengambil keputusan karena perbedaan pendapat dari para anggota.
• Kerugian yang diakibatkan salah satu anggota ditanggung oleh anggota lainnya.

3. Persekutuan Komanditer atau Comanditaire Vennotschaap (C.V.)
Badan usaha ini sering disingkat menjadi CV. Berbeda dengan firma, dalam persekutuan ini terdapat 2 (dua) kelompok anggota penanam modal atau disebut persero, yaitu anggota aktif dan anggota pasif.
1. Anggota aktif yaitu anggota yang menyerahkan modal sekaligus aktif dalam mengelola perusahaan. Anggota ini disebut juga anggota pengurus. Oleh karena itu, ia mempunyai tanggungjawab yang tidak terbatas.
2. Anggota pasif yaitu anggota yang hanya menyerahkan modal dan tidak ikut aktif mengelola perusahaan. Anggota ini sering disebut anggota diam atau anggota komanditer. Oleh karena itu, tanggungjawab dari persero ini terbatas.

Untuk mendirikan CV dibuat akta pendirian yang ditandatangani di depan notaries. Bila perusahaan kekurangan modal, mereka bisa mengeluarkan atau menjual saham (sero) untuk menambah modalnya. Badan usaha semacam ini disebut persekutuan komanditer dengan sero. Dari uraian terebut, kita dapat mengetahui kelebihan CV, yakni sebagai berikut :
• Modal dapat dihimpun dalam jumlah yang lebih besar.
• Dikelola sesuai dengan keahlian anggota aktif.
• Tanggungjawab anggota pasif terbatas.

Sementara kelemahan CV, adalah sebagai berikut :
• Pengambilan keputusan sering mengalami kesulitan akibat perbedaan pendapat dari para anggota aktif.
• Kesulitan menarik kembali atas modal yang diserahkan.
• Tanggungjawab yang tidak terbatas bagi anggota aktif.

3.
4. Perseroan Terbatas (PT).
Perseroan terbatas merupakan persekutuan antara dua orang atau lebih untuk mendirikan perusahaan dengan menerbitkan saham-saham sebagai modalnya. Masing-masing anggota bertanggungjawab sebesar saham yang dimilikinya. Saham merupakan surat tanda bukti bahwa pemiliknya telah menanamkan modal pada perusahaan. Orang yang memiliki saham dari suatu PT disebut Persero. Keuntungan yang diterima para persero berupa dividen. Tanggungjawab para persero terbatas yaitu sebesar modal yang diserahkannya.

Untuk mendirikan PT harus dibuat akta pendirian di hadapan notaries dan mendapat pengeahan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia serta diumumkan dalam berita Negara.

Pengelolaan perseroan terbatas pada umumnya dikendalikan oleh 3 (tiga) unsur utama yaitu :
a) Direki adalah pimpinan yang bertugas menjalankan badan usaha dan mewakilinya, baik ke dalam maupun ke luar perusahaan.
b) Dewan Komisaris adalah unsur PT yang bertugas mengawasi kegiatan yang dilakukan oleh direksi dalam mengendalikan badan usaha.
c) Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), merupakan pemegang kekuasaan tertinggi dalam PT. melalui RUPS ditetapkan kebijakan-kebijakan badan usaha yang harus dipatuhi oleh direksi dan dewan komisaris, seperti mengangkan dan memberhentikan direksi dan dewan komisaris, mengesahkan neraca dan laporan laba rugi, serta pembagian dividen untuk para persero.

Adapun jenis-jenis perseroan terbatas dapat dikelompokkan menjadi 2 macam yaitu PT Tertutup (terbatas) dan PT terbuka (PT.Tbk.)
a) PT tertutup sahamnya hanya boleh dimiliki oleh orang-orang tertentu seperti sanak saudara atau teman-teman terdekat.
b) PT Terbuka (PT Tbk) sahamnya dapat dimiliki oleh masyarakat umum dan diperdagangkan di bursa efek.







C. Koperasi

Dalam UUD 1945 pasal 33 ayat 1 tertulis perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan. Badan usaha yang cocok untuk memenuhi ayat ini adalah koperasi. Istilah koperasi berasal dari bahasa latin, yaitu kata cooperation dan dalam bahasa inggris disebut cooperation, kemudian diadopsi ke dalam bahasa Indonesia yang berarti kerja sama sekelompok orang untuk melakukan usaha. Pengertian koperasi menurut UU Nomor 25 Tahun 1992 adalah badan usaha yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip-prinsip koperasi, sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan atas asas kekeluargaan.

Prinsip koperasi Indonesia.

Dalam menjalankan kegiatannya koperasi menerapkan prinsip sebagai berikut :
• Keanggotaan bersifat terbuka dan sukarela.
• Pengelolaan dilakukan secara demokratis.
• Pembagian sisa hasil usaha dilakukan secara adil dan sebanding dengan besarnya jasa usaha masing-masing anggota.
• Pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal
• Kemandirian.
• Pendidikan koperai.
• Kerja sama antar koperasi.

Permodalan koperasi.

Modal koperasi terdiri atas modal sendiri dan modal pinjaman. Modal sendiri terdiri atas simpanan pokok, simpanan wajib, dana cadangan, dan hibah. Simpanan pokok yaitu simpanan yang dibayar oleh anggota pada saat masuk menjadi anggota. Sementara simpanan wajib yaitu simpanan yang dibayar pada setiap jangka waktu tertentu, misalnya sebulan sekali atau seminggu sekali. Dana cadangan merupakan sisa hasil usaha koperasi yang tidak dibagikan dan digunakan untuk menambah modal koperasi.

Hibah yaitu modal koperasi yang diperoleh Karena pemberian atau pengalihan hak dari pihak lain. Modal pinjaman yaitu modal koperasi yang diperoleh karena meminjam dari pihak lain. Pinjaman ini bisa berasal dari bank atau dari koperasi lain.

Perangkat organisasi koperasi.

Untuk mengelola sebuah koperasi diperlukan 3 perangkat penting yaitu rapat anggota, pengurus dan pengawas. Rapat anggota memegang kekuasaan tertinggi karena melalui rapat inilah segala keputusan disepakati. Rapat anggota dinyatakan sah apabila memenuhi quorum yaitu setengah dari jumlah anggota plus satu. Pengurus yaitu anggota koperasi yang dipilih diangkat oleh rapat anggota untuk mengendalikan jalannya koperasi. Sementara pengawas bertugas untuk mengawasi jalannya koperasi.

D. Yayasan

Yayasan adalah badan usaha yang didirikan oleh orang atau pemerintah dengan jalan memisahkan kekayaannya untuk tujuan tertentu terutama tujuan sosial. Yayasan ada yang didirikan dan dimiliki oleh swasta, seperti yayasan dharmais, yayasan panti asuhan, yayasan pendidikan sinar husni, dan adapula yayasan yang dimiliki pemerintah, seperti yayasan TVRI. Modal yayasan berasal dari uang yang dipisahkan dari pemiliknya, yaitu dari sumbangan-sumbangan, derma dan lain-lain.

Beberapa faktor non ekonomi yang mempengaruhi kegiatan bisnis, yaitu :
• Bencana alam, seperti bencana banjir, gempa bumi, tanah longsor, dan meletusnya gunung merapi. Semuanya akan menghambat atau mengancam lumpuhnya kegiatan bisnis atau bahkan menghancurkan sumber daya ekonomi yang ada.
• Kebijakan pemerintah, seperti larangan impor, penetapan pajak yang lebih tinggi, penghapusan subsidi, semuanya akan mempengaruhi kegiatan bisnis. Di samping itu, pemerintah dapat juga mengambil kebijakan yang mendorong dan menguntungkan dunia usaha dalam negeri.
• Lingkungan masyarakat di mana perusahaan berada. Pengusaha harus memperhatikan lingkungan masyarakatnya, seperti pembangunan sarana jalan, pendidikan, dan dalam mengangkat karyawan dengan mengutamakan warga lingkungannya.
• Kondisi sosial politik. Bila kondisi sosial politik tidak menentu maka akan menimbulkan keragu-raguan bagi para pengusaha untuk melakukan kegiatan bisnis.
• Keamanan Negara/dunia. Bila keadaan Negara tidak aman, baik akibat aksi demo yang bersifat anarkis atau akibat perang, kegiatan bisnis menjadi terganggu, ekspor-impor menjadi tersendat sehingga merugikan perusahaan, dan kebutuhan pokok rakyat menjadi langka serta harga membumbung tinggi.










Dalam rangka mencapai tujuan badan usaha yaitu memperoleh keuntungan yang maksimal maka badan usaha harus dikelola secara professional. Beberapa hal yang harus dipertimbangkan antara lain di bawah ini :
a) Bidang usaha yang akan diusahakan.
Agar usaha dapat berjalan dengan baik, harus dipilih bidang usaha yang produknya dibutuhkan oleh masyarakat luas. Contohnya, saat ini berkembang perusahaan telekomunikasi selular milik swasta. Dengan makin tingginya permintaan terhadap layanan selular di Indonesia maka peluang usaha ini makin terbuka luas.
b) Letak perusahaan.
Memilih letak badan usaha lebih mudah daripada menentukan letak perusahaan. Memilih letak perusahaan memerlukan pertimbangan-pertimbangan, di antaranya tidak terlalu jauh dari pengambilan bahan mentah atau bahan baku yang diperlukan, tersedianya sumber daya ekonomi, lingkungan sosial, budaya, sarana perhubungan, telekomunikasi, dan lainnya.
c) Visi dan misi badan usaha.
Dengan adanya visi dan misi yang jelas, para pelaksana memiliki pedoman kemana arah badan usaha akan dijalankan dan tindakan apa yang akan dilakukan.
d) Melaksanakan sistem manajemen yang profesional.
Pelaksanaan manajemen perusahaan dikatakan profesional bila fungsi manajemen berjalan dengan baik. Menurut G.R.Terry, seorang ahli manajemen dalam bukunya yang berjudul “Principal of Management” dijelaskan bahwa fungsi manajemen meliputi: planning (perencanaan), organizing (pengorganisasian), actuating (pelaksanaan), dan controlling (pengawasan).
e) Kedisiplinan dan tanggung jawab.
Seluruh pimpinan dan karyawan melaksanakan pekerjaannya dengan serius dan sungguh-sungguh sebagai panggilan hati nurani. Disiplin merupakan prinsip yang harus dimiliki bersama, terutama disiplin waktu dijalankan secara jujur, adil, adil dan bertanggung jawab.




PENGERTIAN KEWIRAUSAHAAN

Kewirausahaan berasal dari kata wira yang berarti gagah/berani, dan usaha. Secara sederhana, wira usaha adalah orang yang berani berusaha dan berani menanggung resiko atas usaha yang dilakukannya. Kewirausahaan tidak dapat dipisahkan dari kreativitas dan inovasi. Sedang inovasi sendiri tercipta karena ada kratifitas yang tinggi. Dengan demikian, orang yang kreatif akan membentuk dirinya menjadi mandiri dan bersikap wira usaha.

Tidak semua orang mampu menjadi wira usaha. Hanya orang yang berkemauan keras untuk mencapai sukses, mempunyai semangat, dan yang selalu mempunyai gagasan untuk menghasilkan produk kreatiflah yang mampu menjadi seorang wira usaha. Kewirausahaan dapat dipelajari dan dikembangkan. Upaya pengembangan kewirausahaan dapat dilaksanakan sepanjang masa.
Perhatikan contoh berikut yang menunjukkan kreatifitas, kemandirian, dan kewirausahaan seseorang hingga meraih sukses.

Lieng Seang Tee pendiri HM sampoerna yang memproduksi rokok Dji Sam Soe. Pada awalnya, ia hanya berjualan makanan di kereta api jurusan Surabaya – Jakarta sambil berjualan arang dan tembakau dengan naik sepeda berkeliling Surabaya. Dengan kreativitas yang dimilikinya ia membuka juga warung pinggir jalan yang menjual bahan makanan dan tembakau. Sayang warungnya terbakar. Namun dengan tekad, kemandirian, dan jiwa kewirausahaannya yang tetap besar, ia memulai lagi membangun usahanya dengan nama Handel Maastchpaij Sampoerna yang kemudian berubah nama menjadi PT. Hanajaja Mandala Sampoerna (HM Sampoerna) dengan produksi rokok Dji Sam Soe yang sangat terkenal hingga sekarang karena mutunya terjamin.

Buddy Rahmadinov memberikan 11 rahasia meraih sukses sebagai berikut :
1) Berdo’a kepada Tuhan
2) Tidak menyia-nyiakan waktu
3) Mau bekerja keras
4) Tidak mengikuti gengsi
5) Jujur
6) Pantang menyerah
7) Mewujudkan impian menjadi kenyataan
8) Berani mengubah nasib
9) Sukses YES, Stress No
10) Berguna untuk sesame
11) Bersyukur kepada Tuhan












Kreatif, Mandiri, dan Makmur

Sumber daya alam yang disediakan Tuhan terbatas adanya. Adapun kebutuhan manusia sangat tidak terbatas. Manusia harus berusaha menggunakan sumber daya yang ada untuk mencapai hasil yang maksimal. Contohnya ialah Amin. Amin senang membaca. Namun, dia tidak bisa dengan bebas melakukan hobinya itu karena buku yang ingin dibacanya mahal harganya. Oleh sebab itu, dia berusaha memperoleh uang dengan caranya sendiri. Dia kemudian menggunakan pengetahuan keterampilan yang didapatnya di sekolah. Dia membuat hiasan beraneka bentuk dari kertas-kertas bekas yang telah didaur ulang. Hasil kreativitasnya itu dijualnya kepada teman-temannya.

Ketika Amin sedang membutuhkan uang, timbul kreativitasnya menciptakan mainan yang dapat dijual. Tindakan seperti ini sering kita lakukan tanpa kita sadari. Jika kita berada dalam keadaan sulit, kita pasti akan mencari jalan keluar. Dalam hal ini kita sudah melakukan tindakan yang kreatif: mencari jalan untuk memecahkan masalah dan mendapatkan keinginan kita.

Setiap orang pasti memiliki kreativitas dalam tingkatan yang berbeda. Ada orang yang lebih kreatif daripada yang lainnya. Karena kreatiflah, Bill Gates dapat menjadi pakar komputer dan menjadi orang terkaya sejagad selama 10 tahun berturut-turut. Karena kreatiflah, seorang tukang bakso dapat bertahan walaupun terjadi krisis ekonomi yang hebat. Tahukah kamu bahwa kreativitas itu bisa dikembangkan? Nah, mulailah dari sekarang mengasah kreativitasmu. Lakukanlah hal-hal kreatif setiap hari.

1. Kreativitas dalam Ekonomi

Bayangkan apabila sumber daya yang tersedia tidak dapat digunakan secara efisien!
Tentu saja hasilnya tidak maksimal. Bagi pelaku ekonomi, khususnya perusahaan, keadaan ini sangat menyulitkan dalam mencapai tujuannya. Oleh sebab itu, dibutuhkan pelaku-pelaku ekonomi yang mampu menggunakan sumber daya yang terbatas untuk mencapai hasil yang maksimal. Dibutuhkan orang-orang yang kreatif.

Dalam ekonomi, seorang pengusaha selalu berhadapan dengan dua hal: untung atau rugi. Dan, tidak ada seorang pengusaha pun yang ingin rugi. Oleh sebab itu, kreativitas dalam bidang ekonomi sangatlah dibutuhkan. Dari contoh tugas di atas, dapat dilihat bahwa ciri-ciri seorang wirausahawan yang sukses antara lain inovatif dan kreatif, bekerja keras, percaya diri atau optimis, serta berani mengambil risiko.

a. Kreatif dan Inovatif
Seorang wirausahawan yang kreatif dapat dilihat dari kemampuannya dalam
mengembangkan gagasan baru. Misalnya, seorang petani sayur-mayur membuat sendiri pupuk dengan menggunakan bahan-bahan organik karena lebih murah daripada pupuk kimia. Seorang ibu rumah tangga menyambung perca kain untuk membuat selimut baru.

Seorang wirausahawan biasanya seorang yang inovatif. Seorang yang inovatif akan mampu menciptakan sesuatu yang baru yang berbeda dari yang sudah ada atau yang sudah dikenal sebelumnya. Inovasi ialah penemuan baru. Hasil dari sebuah inovasi dapat berupa benda/alat atau proses. Contohnya ialah penemuan mesin uap.

b. Bekerja Keras
Seorang wirausahawan yang berhasil biasanya memiliki daya juang yang tinggi, tidak kenal lelah, dan ulet meskipun memerlukan waktu yang lama. Kegagalan atau hambatan dalam berusaha tidak menyebabkannya putus asa. Dia akan terus bekerja keras dengan belajar dan mencobanya. Contohnya ialah Thomas A. Edison yang menemukan listrik. Dia melakukan percobaan sebanyak 999 x dan lampu itu baru dapat menyala pada percobaannya yang ke 1000. Mottonya ialah kegagalan adalah sukses yang tertunda. Oleh sebab itu, dia coba-dan-coba lagi.

c. Percaya Diri dan Optimis
Hasil kerja keras seorang wirausahawan akan menimbulkan rasa percaya diri dan sikap optimisme yang tinggi. Hasil yang dicapai dengan kerja keras dapat meningkatkan keyakinan akan kemampuan sendiri. Dia tidak ragu dan tidak takut gagal. Dia akan selalu berpandangan dan berpengharapan baik dalam menghadapi segala kemungkinan. Pandangan optimisme inilah yang membuat dia berani mengambil risiko.

d. Berani Mengambil Risiko
Kesediaan dalam menanggung risiko menjadikan seorang wirausahawan tidak takut rugi atau gagal. Dia bersedia mengorbankan waktu, uang, tenaga, pikiran, dan lainnya untuk suatu tujuan yang ingin dicapainya. Karena optimismenya yang tinggi, dia tidak takut gagal. Kalaupun dia gagal, hal itu dipandangnya sebagai sukses yang tertunda.

Semua sifat di atas harus dimiliki oleh setiap pelaku ekonomi yang ingin sukses. Itu artinya, setiap pelaku usaha haruslah seorang yang kreatif. Seorang pelaku usaha harus memiliki gagasan-gagasan kreatif untuk dapat bertahan dan berkembang. Apa yang akan terjadi jika seorang pengusaha konfeksi memproduksi pakaian dengan model yang sama terus-menerus?

Gagasan-gagasan kreatif akan menjadi salah satu kunci sukses para wirausahawan. Banyak usaha yang berhasil dimulai dari gagasan kreatif. Misalnya, kasus Amin yang mengisi waktu luangnya dengan membuat berbagai bentuk hiasan dari kertas bekas yang sudah didaur ulang. Dari gagasan kreatifnya itu, dia bisa menghasilkan uang.




e. Belajar Hidup Mandiri
Dalam bidang ekonomi, tentunya kamu sering mendengar kata wiraswasta. Tahukah kamu apa arti kata tersebut? Wira artinya berani, utama, dan perkasa. Swasta berasal dari dua kata: swa berarti sendiri dan sta berarti berdiri.

Wiraswasta sering juga disebut wirausaha. Pelakunya disebut wirausahawan. Kemampuan wirausaha dapat dikembangkan melalui pengalaman, pendidikan, latihan, magang, dan lainnya. Kemampuan wirausaha bertumpu pada jiwa dan watak seseorang. Oleh karena itu, pengalaman sangat penting dalam pengembangan kemampuan wirausaha.
Apakah seorang wirausahawan itu selalu harus orang dewasa? Amatilah lingkungan sekitarmu. Ada banyak anak yang sudah mampu mencari uang sendiri. Mereka adalah penyemir sepatu, pengamen jalanan, pencuci mobil, pedagang asongan, penjual koran, dll. Mereka adalah wiraswastawan, mampu dan berani mencari uang sendiri. Kamu pun dapat seperti mereka. Kecil-kecil mereka sudah mampu hidup mandiri.

Apa itu hidup mandiri?
Mandiri artinya tidak bergantung pada orang lain. Kemandirian tidak terbentuk
secara mendadak. Kemandirian terbentuk melalui proses yang panjang yang dimulai sejak masa kanak-kanak. Jika bangun kamu membereskan sendiri tempat tidurmu, itu salah satu bentuk kemandirian. Jika kamu mencuci sendiri pakaianmu, itu pun bentuk kemandirian. Segala hal yang kamu lakukan sendiri tanpa bergantung kepada orang lain termasuk kemandirian. Di sekolah, berikut adalah contoh kemandirian yang ditunjukkan oleh seorang siswa:
(1) dia mengerjakan sendiri tugasnya, tidak mencontoh pekerjaan temannya
(2) dia mengerjakan sendiri soal ujian, tidak mencontek pekerjaan temannya
(3) dia dapat belajar sendiri tanpa disuruh jika gurunya terlambat dating

Kemandirian mendorong individu untuk berprestasi dan berkreasi. Kemandirian mendorong individu menjadi manusia yang produktif dan efisien serta membawanya ke arah kemajuan.

Perhatikan contoh belajar hidup mandiri berikut.

Orang tua Intan termasuk orang yang tidak berada. Ayahnya seorang pemulung dan ibunya seorang tukang cuci pakaian. Penghasilan orang tuanya lebih sering tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan Intan dan dua orang adiknya. Intan kemudian bertekad untuk tidak membebani orang tuanya dengan urusan biaya sekolahnya. Dia kemudian memikirkan cara bagaimana mendapatkan uang untuk biaya sekolahnya. Dengan sisa uang tabungannya, Intan kemudian membuat kue untuk dijual. Keuntungan penjualan kue itulah yang dia gunakan untuk membiayai kebutuhan sekolahnya. Dia sudah tidak lagi bergantung pada orang tuanya untuk mendapatkan biaya sekolahnya.

Kemandirian mengandung lima unsur utama berikut.
(1) bebas: setiap tindakan dilakukan atas kehendak sendiri
(2) inisiatif: kemampuan untuk berpikir dan bertindak secara orisinil dan kreatif
(3) ulet: selalu berusaha mengejar prestasi, penuh ketekunan, merencanakan dan mewujudkan harapannya
(4) pengendalian diri: memiliki perasaan optimis dalam menghadapi masalah dengan tenang
(5) percaya diri: percaya terhadap kemampuan sendiri

2. Kreatif, Mandiri, dan Makmur

Apa hubungan antara kreatif, mandiri, dan makmur?
Amin yang kreatif mampu membuat berbagai bentuk hiasan dinding untuk dijual. Dari hasil kreativitasnya itu, Amin mendapatkan uang. Setelah membeli buku, sisanya ditabung oleh Amin. Lama-kelamaan tabungan Amin makin banyak.
Orang dengan gagasan-gagasan yang kreatif akan melakukan berbagai terobosan inovatif dalam kehidupannya. Dalam bidang ekonomi, kemampuan tersebut sangat berguna. Dengan kreativitasnya, seseorang akan mampu menciptakan berbagai kemungkinan untuk mendapat penghasilan. Penghasilan tersebut dapat ditabung sehingga dia dapat menggunakannya untuk memenuhi semua kebutuhannya.
Bermodalkan gagasan-gagasan kreatif, kemauan untuk dapat hidup mandiri, dan rasa optimisme yang tinggi, kamu dapat memulai sebuah usaha atau bisnis kecil-kecilan. Bagaimana cara memulai suatu bisnis? Memulai suatu usaha haruslah melalui pemikiran yang matang. Berikut adalah beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan persiapan membangun sebuah usaha.
(1) Usaha apa yang ingin kamu buat
(2) Bagaimana cara kamu akan menjalankan usaha tersebut
(3) Berapakah danamu yang tersedia
(4) Perlengkapan apa saja yang akan kamu butuhkan
(5) Di mana kamu akan menjalankan usaha tersebut
(6) Barang atau jasa apa saja yang akan kamu tawarkan
(7) Siapa konsumenmu
(8) Bagaimana caranya agar konsumen dapat mengetahui usahamu
(9) Mengapa konsumen membutuhkan barang atau jasamu
(10) Adakah pesaing (orang yang berusaha sejenis dengan usahamu) di sekitar tempat itu
(11) Apa yang mereka tawarkan
(12) Apa yang akan kamu lakukan agar usahamu lebih menarik daripada pesaingtersebut
(13) Siapa yang akan membantumu menjalankan usahamu ini.
(14) dll.


kegiatan pembelajaran di sekolah, seorang siswa dikatakan kreatif apabila:
• memiliki inisiatif dan keaslian berpikir
• aktif dan terlibat secara mental maupun fi sik
• belajar dari kegagalan
• sering mengajukan pertanyaan yang baik
• memberikan banyak gagasan dan usul-usul terhadap suatu masalah
• mampu menyatakan pendapat secara spontan tanpa malu-malu
• tidak mudah terpengaruh pendapat orang lain
• mampu mengajukan gagasan pendapat yang berbeda dengan orang lain
• berfi kir ke depan
• mempunyai kebiasaan belajar sendiri
• bertanggung jawab,
• disiplin

Ciri-ciri Manusia Kreatif:
• Otonom, bebas
• Memiliki rasa ingin tahu, suka mencoba-coba
• Sering mengajukan pertanyaan yang baik
• Banyak gagasan dan usul-usul terhadap suatu masalah
• Mampu menyatakan pendapat secara spontan tanpa malu-malu
• Tidak mudah terpengaruh pendapat orang lain
• Mampu mengajukan gagasan pendapat yang berbeda dengan orang lain
• Berfikir ke depan
• Mempunyai kebiasaan belajar sendiri
• Belajar dari pengalaman orang lain

Jika dikaitkan dengan dunia bisnis, kreativitas merupakan salah satu modal utama untuk bisa menjadi wirausahawan yang sukses (walaupun masih banyak beberapa sifat lain yang harus dimiliki oleh seorang wirausaha). Selain kreatif, seseorang yang memiliki jiwa wirausaha juga harus berani menghadapi resiko. Seorang wirausaha tidak saja berfikir tentang keberhasilan dari usaha yang dikelolanya, tetapi ia juga harus siap jika usaha yang dijalankannya gagal. Oleh karena itu, kewirausahaan pada hakekatnya merupakan kemampuan dalam berfi kir dan bertindak kreatif yang dijadikan dasar dan kiat untuk menciptakan nilai tambah barang (nilai jual) yang dilakukan dengan keberanian untuk menghadapi resiko.

B. CIRI-CIRI WIRAUSAHA
Sebagaimana telah dijelaskan pada bagian sebelumnya, bahwa hal penting yang harus dimiliki oleh seseorang agar menjadi wirausaha yang sukses adalah berfi kir dan bertindak kreatif. Sikap kreatif itu diperlukan oleh seseorang dalam rangka menghasilkan/ menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda sehingga produk yang dihasilkan tersebut memiliki nilai tambah atau nilai jual.

Seseorang dikatakan manusia wirausaha apabila memiliki ciriciri sebagai berikut:
1. Memiliki Sikap Mental Wirausaha.
Manusia yang bermental wiraswasta mempunyai kemauan keras untuk mencapai tujuan dan kebutuhan hidupnya. Di dalam masyarakat, banyak dijumpai orang-orang pandai, berpendidikan tinggi atau berpengalaman kerja cukup luas, namun ketika mereka dihadapkan dengan situasi pekerjaan nyata yang penuh dengan tantangan, ternyata mereka menjadi malas dan menghindarkan diri dari kenyataan. Mereka masih berharap bahwa mereka dapat mencapai keberhasilan dan kepuasan maksimal hanya dengan memiliki banyak pengetahuan. Inilah kenyataan, bahwa sebagian besar anggota masyarakat kita masih terdapat jarak yang jauh antara pengetahuan yang dimiliki dengan perbuatan untuk merealisir pengetahuan itu.
Di samping berkemauan yang keras, manusia yang bersikap mental wiraswasta memiliki keyakinan yang kuat atas kekuatan yang ada pada dirinya. Manusia yang bersikap mental wirausaha memiliki sifat kejujuran yang tinggi dan bertanggung jawab.

2. Mempunyai Kepribadian yang Kuat
Tanda manusia yang mempunyai berkepribadian kuat adalah manusia yang memiliki moral yang tinggi, yaitu manusia yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

3. Memiliki Kemampuan untuk Mencari Informasi
Dalam kenyataannya seringkali terjadi kekurang berhasilan dalam berwirausaha disebabkan karena enggan untuk mencari informasi tentang beberapa hal yang menjadikan suatu usaha dapat berhasil. Banyak wirausaha menjalankan usahanya cukup seadanya. Mereka pada umumnya hanya menjalankan apa yang sudah ada walaupun dalam kenyataan usaha tersebut tidak mengalami perkembangan

4. Memiliki Kepekaan Terhadap Arti Lingkungan.
Manusia tercipta dengan kondisi dan perlengkapan yang sempurna, sehingga kekuatannya diharapkan dapat mengenal, mengolah dan menikmati alam semesta secara bertanggung jawab. Manusia wirausaha harus dapat mengenal lingkungannya. Dengan pengenalan terhadap lingkungan, memungkinkan manusia dapat mendayagunakan secara efisien untuk kepentingan hidupnya.





5. Memiliki Ketrampilan Wiraswasta.
Untuk dapat menjadi manusia wirausaha diperlukan beberapa ketrampilan seperti: ketrampilan berfikir kreatif, ketrampilan dalam kepemimpinan, ketrampilan manajerial, dan ketrampilan dalam bergaul antar manusia.

Disamping ciri-ciri di atas, Meredith dalam Suprojo Pusposutardjo (1999), memberikan ciri-ciri wirausaha (entrepeneur) sebagai orang yang
(1) percaya diri,
(2) berorientasi tugas dan hasil,
(3) berani mengambil risiko,
(4) berjiwa kepemimpinan,
(5) berorientasi ke depan, dan
(6) keorisinilan.

Adapun wujud atau bentuk dari keenam ciri-ciri manusia wirausaha tersebut adalah sebagai berikut:



Selesai

CopyRight © 2010
By Muhammad Al Fariq
HP : 085373700876 – 082167616215
Email : fariqgokilabiz@ymail.com
Wibesite : www.ilmukreatiffariq.blogspot.com
Diposkan oleh Muhammad Al Fariq di 19:00 0 komentar 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar